Jenis-Jenis Alat Pemasang Tiang Pancang atau Paku Bumi

Mengenal pengertian Fungsi Komponen Dan Cara kerja Alat Berat Crane
April 7, 2022
Alat Pengatur Letak Tiang
April 11, 2022

Sebelum memulai membahas Jenis-Jenis Alat Pemasang Tiang Pancang atau Paku Bumi

jangan lupa Baca Juga:

Paku bumi atau biasa disebut juga dengan tiang pancang adalah pondasi yang ditancapkan ke tanah sebagai konstruksi bangunan. Bentuknya sendiri ramping dan ujungnya meruncing. Paku bumi berfungsi sebagai pondasi agar membuat suatu bangunan atau gedung dapat berdiri dengan kokoh. Tiang pancang merupakan bagian dari struktur bangunan biasanya ditempatkan di bawah tanah dan digunakan sebagai pondasi agar dapat mengurangi tekanan atau beban dari suatu konstruksi dan seluruh isinya.

Baca Juga: Mengenal pengertian Fungsi Komponen Dan Cara kerja Alat Berat Crane

Paku bumi atau tiang pancang ini umumnya dapat berbentuk beton maupun baja. Tiang pancang beton merupakan tiang pancang yang menggunakan beton. Sebaliknya, tiang pancang baja merupakan tiang pancang yang berbahan dasar dari besi baja biasanya menyerupai bentuk silinder. Tiang pancang ini berfungsi sebagai penahan gaya tegak lurus dari atas bangunan dengan menyalurkan tekanan melalui sumbu tiang pancang ke lapisan tanah di bawahnya. Tidak hanya itu, tiang pancang juga digunakan sebagai penahan gaya lateral pada bangunan seperti gempa bumi dan angin kencang.

Bentuk dari tiang pancang ini biasanya panjang dan langsing serta memiliki ujung berbentuk runcing, kerap kali orang melihatnya seperti rudal namun maksud lain dari bentuk tersebut agar dalam pemasangannya dapat langsung ditancapkan ke dalam tanah, seperti menancapkan paku menggunakan martil.

Jika ingin mendirikan bangunan dengan ketinggian lebih dari 2 lantai, ada baiknya seseorang menggunakan pondasi dalam jenis ini. konstruksi ini ditancapkan ke tanah sampai ditemukan bagian tanah keras untuk meneruskan beban serta gaya juga memikulnya untuk bangunan seperti jembatan, multi lantai, menara, pondasi mesin pabrik, dan masih banyak lagi. Secara umum, penggunaan pondasi dalam jenis ini memiliki beberapa maksud.

Alat berat untuk pemancang tiang (pile driver) sangat diperlukan dalam proyek konstruksi berskala besar, seperti pembangunan gedung pencakar langit, jembatan, dan jalan layang (fly over). Jalan tol yang membelah jalan biasa, areal persawahan, dan sungai, pun sering membutuhkan pile driver.

Proyek-proyek tersebut membutuhkan pondasi yang kuat untuk menyangga beban besar di atasnya. Bahan baku pondasi tiang pancang bisa terbuat dari kayu, baja, beton, maupun komposit. Tiga yang disebut terakhir paling banyak digunakan saat ini.

Jenis pondasi beton dapat berupa precast-prestressed maupun cast-in-place. Khusus untuk pondasi beton cast-in-place, yang pertama dikerjakan adalah melakukan pengeboran. Selanjutnya langsung dilakukan pengecoran beton.

Pondasi beton precast, pondasi baja, dan pondasi komposit sering disebut pondasi tiang pancang. Disebut demikian, karena pondasi dipancangkan pada suatu titik di atas permukaan lokasi bangunan.Salah satu bagian penting dari sebuah bangunan adalah pondasi. Pondasi yang kuat akan membuat bangunan menjadi lebih kokoh berdiri, tahan lama dan tahan berbagai macam masalah. Dan, pada gedung pencakar langit, pondasi akan mempengaruhi keamanan gedung itu sendiri untuk digunakan.

Nah, untuk menancapkan pondasi ini dibutuhkan alat pemancang tiang. Jenisnya bermacam-macam, antara lain:

  • Drop hammer
  • Diesel hammer
  • Hydraulic hammer
  • Vibratory pile driver

Baca Juga: Pengertian,Fungsi Dan Macam Macam Hose Hydraulic

Berikut ini penjelasan lebih rinci mengenai ke 4 jenis alat berat untuk pemancang tiang:

1. Drop Hammer

Drop

 

Drop Hammer berfungsi sebagai palu yang memukul tiang pancang agar menancap sempurna pada tanah yang akan menjadi dasar dari bangunan yang dibangun. Bentuk alat ini menyerupai palu yang diletakkan pada bagian atas tiang. Palu ini sangat berat dan berat inilah yang digunakan untuk memberikan tekanan pada tiang agar tiang menancap pada tanah. Pada bagian atas tiang atau disebut kepala tiang, diberikan topi atau cap yang berfungsi sebagai shock absorber. Topi ini sangat diperlukan agar saat palu memukul tiang, tiang pancang tidak akan mengalami kerusakan. Biasanya, topi penyerap tekanan ini dibuat dari bahan kayu.

Alat pemancang drop hammer merupakan palu raksasa yang diletakkan pada ketinggian tertentu di atas tiang. Palu kemudian dilepaskan dan jatuh mengenai bagian atas / kepala tiang.Perlu diperhatikan, tiang jangan sampai rusak akibat tumbukan tersebut. Karena itu, di bagian kepala tiang bisa dipasang cap (dari kayu) untuk menahan energi dari palu.Palu berukuran 250 – 1.500 kg ini dijatuhkan sepanjang alurnya, pada ketinggian 1,5 hingga 7 meter, tergantung jenis bahan dasar pondasi. Di bagian atas palu terdapat kabel, untuk menahan palu agar tak jatuh terlalu jauh.

Kalau diperlukan energi yang besar untuk pemancangan tiang pondasi, sebaiknya menggunakan palu yang berat dengan tinggi jatuh yang lebih kecil. Cara ini dianggap lebih tepat daripada menggunakan palu yang ringan, dengan tinggi jatuh yang lebih besar.Pekerjaan ini biasanya dilakukan secara perlahan. Misalnya, frekuensi jatuhnya palu dibatasi 4-8 kali per menit. Apabila jumlah tiang yang mau dipancang tidak terlalu banyak, penggunaan drop hammer cukup efisien.

Keuntungan dari penggunaan drop hammer antara lain:

  • Biaya investasi relatif rendah.
  • Mudah dalam pengoperasiannya.
  • Mudah dalam mengatur energi per blow, dengan cara mengatur tinggi jatuhnya palu.

Kekurangan dari alat ini antara lain:

  • Kecepatan pemancangan relatif kecil.
  • Kemungkinan tiang mengalami kerusakan akibat hantaman palu cukup besar.
  • Ada kemungkinan kerusakan bangunan di sekitar lokasi pemancangan akibat getaran pada permukaan tanah.
  • Tidak dapat digunakan untuk pekerjaan di bawah air.

Baca Juga: Hydraulic Power Unit (HPU)

2. Diesel Hammer

Diesel Hammer

Alat ini merupakan alat dengan kinerja paling sederhana diantara alat-alat lain yang digunakan untuk memasang tiang pancang. Bentuknya berupa silinder dengan piston atau ram yang berfungsi untuk menekan tiang pancang. Selain itu, terdapat dua mesin diesel yang menggerakan piston ini. Bagian-bagian lain dari alat ini adalah tangki untuk bahan bakar, tangki untuk pelumas, pompa bahan bakar, injector dan mesin pelumas agar piston dapat bekerja dengan lancar. Saat bekerja, mesin diesel akan memberikan tekanan pada udara dalam silinder. Tekanan udara yang bertambah ini akan menggerakkan piston yang akan memukul tiang pancang.

Bentuk diesel hammer paling sederhana dibandingkan dengan jenis alat pemancang lainnya. Diesel hammer memiliki satu silinder dengan dua mesin diesel, piston / ram, tangki bahan bakar, tangki pelumas, pompa bahan bakar, injector, dan mesin pelumas.

Alat ini mendapatkan energinya dari berat ram yang menekan udara di dalam silinder. Ada dua tipe diesel hammer, yakni terbuka dan tertutup:

  • Alat yang bagian ujungnya terbuka mampu melakukan 40-50 blow per menit.
  • Alat yang bagian ujungnya tertutup mampu melakukan 75-85 blow per menit.

Keunggulan dari alat pemancang diesel hammer antara lain:

  • Lebih ekonomis.
  • Tidak membutuhkan energi dari luar.
  • Mudah digunakan di daerah terpencil.
  • Tetap berfungsi maksimal di daerah dingin.
  • Mudah dalam perawatan.

kelemahan pemancang diesel hammer:

  • Sulit dipakai pada tanah lunak.
  • Sulit menentukan energi per blow.

Baca Juga: Jenis Jenis Pompa Hydraulic

3. Hydraulic Hammer

Hydraulic Hammer

Seperti namanya, alat pemasang tiang pancang yang satu ini menggunakan prinsip perbedaan tekanan pada cairan yang ada didalam alat. Dengan menggunakan perbedaan tekanan ini, maka alat ini dapat memberikan tekanan pada tiang pancang agar mampu terpasang dengan baik. Biasanya, alat ini digunakan untuk memasang pondasi tiang baja H dan pondasi lempengan baja. Alat ini bekerja dengan cara menarik, mendorong dan mencengkeram tiang pancang agar mampu berada pada posisi yang tepat. Tiang pancang yang dapat dipasang dengan alat ini biasanya berukuran lebih pendek dari alat lainnya. Karena itu, alat ini sangat cocok untuk digunakan pada area pembangunan yang tidak terlalu luas. Bila dibutuhkan tiang pancang yang cukup panjang, biasanya dapat dilakukan dengan cara menyambung ujung tiang pancang pendek yang dipasang menggunakan alat ini.

Sesuai dengan namanya, cara kerja hydraulic hammer berdasarkan perbedaan tekanan pada cairan hidrolik. Kekuatannya luar biasa, sebab tekanan terhadap pondasi bisa mencapai 140 ton.

Alat ini sering digunakan untuk pemancangan pondasi tiang baja “H”, serta pondasi lempengan baja, dengan cara dicengkeram, didorong, dan ditarik.Meski kekuatannya luar biasa, hydraulic hammer justru tidak banyak menimbulkan getaran maupun polusi suara. Bangunan-bangunan di sekitar lokasi pemancangan pun relatif aman dari kemungkinan kerusakan.Tetapi, alat ini hanya cocok dipakai untuk pemancangan tiang pendek. Untuk memperpanjang tiang, harus dilakukan penyambungan pada ujung-ujungnya.

Baca Juga: Mengenal Cara Kerja Boom Cylinder Pada Excavator

4. Vibratory Pile Driver

Vibratory Pile Driver

Terakhir dari 4 jenis alat pemasang tiang pancang ini adalah vibratory pile driver. Alat ini menggunakan getaran untuk memasang tiang pancang. Didalam alat ini, terdapat beberapa batang yang berada pada posisi horizontal. Batang ini akan berputar dengan arah yang berlawanan. Hal ini akan menyebabkan beban eksentris pada alat ini menimbulkan getaran. Getaran inilah yang digunakan untuk menggetarkan material tiang pancang yang terpasang pada alat. Saat tiang pancang ikut bergetar, maka tiang pancang akan mampu menembus area tempat dimana tiang tersebut akan dipasang.

Karena sistem yang digunakan inilah yang menyebabkan alat ini sangat cocok untuk digunakan pada area dengan kadar kelembaban yang tinggi. Banyak perusahaan yang menggunakan alat ini, karena kemudahannya, seperti PT Nikifour karawang kontraktor sipil terbaik berpengalaman dan lainnya.

Alat pemancang vibrator pile driver bekerja dengan sistem getaran, dan cocok digunakan pada tanah lembab. Apabila material di lokasi pemancangan berupa pasir kering, pekerjaan menjadi lebih sulit. Sebab material seperti itu tak terpengaruh oleh getaran yang dihasilkan alat ini.

Vibrator pile driver memiliki beberapa batang horisontal dengan beban eksentris. Ketika pasangan batang berputar dengan arah berlawanan, maka berat yang disebabkan beban ekstentris itu akan menghasilkan getaran pada alat. Getaran yang dihasilkan menyebabkan material di sekitar pondasi yang terikat pada alat ikut bergetar.

Saat dioperasikan, biasanya lead atau pengatur letak tiang tidak digunakan. Biasanya, lead dipasang ke crane dengan ukuran lebih kecil.

Tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan vibrator pile driver bisa dari listrik atau tenaga hidrolik. Efektivitas penggunaannya tergantung amplitudo, momen eksentrisitas, frekuensi, berat bagian yang bergetar (tiang, kepala vibrator, dan selubung vibrator), dan berat bagian lain yang tak ikut bergetar (motor penggerak dan mekanisme suspensi).

itulah Pembahasan kita tentang Jenis-Jenis Alat Pemasang Tiang Pancang atau Paku Bumi  semoga berguna dan bermanfaat.

Baca Juga:

Open chat
//]]>